*Semenjak BPP Lawe Sigalagala dipimpin oleh Ruslianto, S.P.
*Masalah lahan Petani sudah lebih akurat, Kelompok tani, dan kelangkaan Pupuk subsidi lebih teratasi.
Kutacane- (Indonesia Post) Badan Penyuluhan Pertanian(BPP) Kecamatan Lawe Sigalagala, telah berhasil melakukan pengukuran ulang lahan Petani sekitar 95 %, sehingga luas lahan Petani lebih akurat, anggota Kelompok tani lebih jelas, dan kelangkaan Pupuk subsidi lebih teratasi.
Hal tersebut diungkapkan Koordinator BPP Kecamatan Lawe Sigalagala, Ruslianto, S.P., dalam bincang-bincang santai dengan Wartawan media online Indonesia Post, di Kantornya, pada hari Rabu siang(22/1/2025).

Kami telah mengukur lahan Petani sejumlah 4908 persil. Sudah ada 4633 persil yang sudah masuk dalam Rencana defenitif kebutuhan kelompok (RDKK). Jadi telah mencapai 95 %. Sisanya sekitar 275 persil belum masuk, karena belum menyerahkan KTP dan KK, dan orangnya sudah meninggal dunia, harus diganti sebagai pewarisnya, ujarnya.”
Lebih lanjut, beliau mengatakan bahwa sudah ada warga 2520 KK yang sudah masuk, dari jumlah penduduk 6202 KK, kalau tidak salah, yang ada di Kecamatan Lawe Sigalagala. Penambahan Pupuk subsidi juga meningkat di Lawe Sigalagala, ada 1344,537 Urea per tahun, ada 1398,927 NPK Phonska, ada 731,394 NPK formula, dan ada 1172, 100 organik untuk Padi.

Semenjak Ruslianto, S.P., ditempatkan di BPP Lawe Sigalagala, beliau telah menjalin komunikasi, gebrakan, dan terobosan, dengan Unsur pimpinan kecamatan (Uspika), yang terdiri dari Camat Lawe Sigalagala, Kapolsek Lawe Sigalagala, dan Danramil 01/LS; di Aula Kantor camat Lawe Sigalagala, dan turun langsung ke Lapangan, bersama PPL, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kades, dan Ketua Kelompok tani. Juga, semenjak beliau memimpin BPP Lawe Sigalagala, sudah ada plang merek Kantor BPP Lawe Sigalagala. Intinya beliau adalah seorang yg disiplin, mau turun ke lapangan, pekerja keras, dan seorang yang tertib administrasi. Demikian dilaporkan dari Aceh Tenggara. (P.Lubis)































