Gunung Leuser Lestari Warisan Untuk Negeri

- Redaksi

Sabtu, 8 Maret 2025 - 06:15 WIB

50156 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

*Dalam rangka peringatan HUT TNGL yang ke-45.
*Pentingnya sinergitas antara pemerintah, masyarakat lokal, akademisi, NGO lingkungan, dan APH.
*Kolaborasi yang erat dari semua pihak (stakeholder), adalah kunci melestarikan alam Leuser.

Oleh: Januar Pagar M.Lubis

PENDAHULUAN
Usia 45 tahun bagi makhluk manusia adalah, adalah umur yang telah menunjukkan kematangan bagi seorang personal, maupun lembaga (institusi). Karena usia itu, diantara interval remaja dan tua. Tak terkecuali dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BB TNGL).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

PERANAN PENTING TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER (TNGL)
Selain berfungsi sebagai penyumbang oksigen (paru-paru dunia), dan menahan banjir dan longsor; Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Juga, TNGL berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem, melindungi keanekaragaman hayati, menjadi rumah untuk tumbuhan dan spesies langka, seperti Orang utan, Badak, Gajah, dan Harimau.

BERBAGAI UPAYA TELAH DILAKUKAN BALAI BESAR TNGL
Pada tanggal 16 September 2017, bertempat di Pendopo Bupati Aceh Tenggara, Rombongan Dirjen KSDAE, Ir.Wiratno, M.Sc, diterima oleh Sekda Kab.Agara pada waktu itu. Beliau menyampaikan apresiasi atas kedatangan Dirjen KSDAE dan rombongan ke Bumi Sepakat- Segenap (Aceh Tenggara). “Kami berharap kunjungan kerja ini dapat menyelesaikan permasalahan – permasalahan, yang terjadi antara masyarakat dengan pihak TNGL, ujarnya.”

Di desa (kute) Alur Baning kecamatan Babul Rahmah, rombongan Dirjen KSDAE disambut dengan tarian khas daerah. Hadir bersama di tengah – tengah masyarakat, bupati dan wakil bupati terpilih, Kapolres Aceh Tenggara, Dandim 0108/Agara, anggota DPRK, Camat Babul Rahmah, Kapolsek Babul Rahmah, dan kepala desa (pengulu Kute) Alur Baning, Dinto Efendi Nababan; Kepala desa Titi Hakhapen, Ilham, serta Tokoh masyarakat lainnya.

Pada kesempatan itu, Dirjen KSDAE yang kagum dengan keindahan kekayaan alam Aceh Tenggara mengajak masyarakat, Pemda dan TN Gunung Leuser (TNGL) dapat bekerja bersama – sama mensejahterakan masyarakat dengan melestarikan kawasan TNGL.

Bupati Aceh Tenggara terpilih, Drs Raidin Pinim, M.AP, dalam sambutannya menyampaikan perlunya bantuan pemerintah pusat untuk dapat membantu masyarakat. “Kerusakan kawasan TNGL merupakan dampak dari rendahnya kesejahteraan masyarakat . Kami meminta pihak TNGL dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berada di sekitar kawasan TNGL. Kami yakin jika kesejahteraan masyarakat terpenuhi, kawasan TNGL tidak akan dialih-fungsikan oleh masyarakat untuk menafkahi keluarganya, tambahnya.”

Pada sesi diskusi, masyarakat mengeluhkan penebangan tanaman ilegal yang dilakukan oleh pihak TNGL. Mereka merasa hak hak mereka dirampas oleh pihak TNGL, sehingga meminta solusi Dirjen KSDAE.

Menanggapi para penanya (warga) yang begitu antusias, Ir. Wiratno, M.Sc, sangat bersemangat memberi masukan dan arahan kepada masyarakat. Seperti halnya di Kec.Putri Betung (Gayo Lues), Dirjen memerintahkan staff TNGL, untuk segera membentuk Tim khusus pendataan masyarakat yang mengelola lahan di kawasan TNGL, untuk selanjutnya dilakukan pembinaan agar lahan – lahan yang telah diusahakan oleh masyarakat, dapat dioptimalkan tanpa mengabaikan kaidah-kaidah konservasi. Beliau juga mengarahkan masyarakat untuk berkolaborasi dan berkomitmen bersama TNGL dan Pemda untuk bersama-sama mengelola dan melestarikan kawasan TNGL, demi kesejahteraan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, dihelat juga acara penandatanganan deklarasi dan kesepakatan pengelolaan kawasan TNGL secara kolaboratif antara pihak TNGL, Pemda, para mitra kerja TNGL dan masyarakat. Semoga menjadi cahaya baru dalam ranah konservasi TN Gunung Leuser dimana komitmen dan kerja bersama, menjadi kekuatan menjaga alam yang Allah anugerahkan.

Acara dilaksanakan di desa (Kute)
Alur Baning Kecamatan Babul Rahmah, pada tanggal 28 Oktober 2020. Kelompok Tani Hutan Konservasi (KTHK) Marsada, Balai Besar TN Gunung Leuser wilayah resor Lawe Malum, Forum Konservasi Leuser (FKL) bersama Babinsa Babul Rahmah, menumbangkan ratusan tanaman sawit dalam kawasan TN Gunung Leuser, wilayah desa Alur Baning, kec.Babul Rahmah, kab. Aceh Tenggara, selama sepekan, 12-18 Oktober.

Adapun tanaman kelapa sawit seluas 5,5 ha dan telah berusia 10-15 tahun, tersebut merupakan garapan Gimondi Panjaitan, yang saat ini merupakan anggota KTHK Marsada, dan telah bersedia menyerahkan pun secara sukarela menebang tanamannya tersebut.

Kegiatan penumbangan Pohon Kelapa sawit ini, sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem TNGL, yang dilaksanakan melalui kemitraan konservasi. KTHK Marsada termasuk satu dari 13 kelompok warga, yang pertama kali menjalin kerjasama dengan BB TNGL, pada Oktober 2018. Kerjasama diselenggarakan dalam bentuk kemitraan konservasi dengan melibatkan masyarakat, dalam ruang lingkup yang disepakati bersama, sesuai peraturan perundangan-undangan.

Meresponi hal ini, Kepala BB TNGL, Jefry Susyafrianto, mengapresiasi inisiasi penyerahan tanaman sawit, oleh Gimondi Panjaitan tersebut, sebagai satu langkah atau upaya bersama, antara Balai Besar TNGL dengan masyarakat pemulihan ekosistem TN Gunung Leuser.

“Semoga semangatnya menyebar juga kepada anggota KTHK lain, dan membawa dampak positif bagi kelestarian kawasan dan ketahanan pangan masyarakat ke depan, ucapnya.”

Lebih lanjut, lahan akan ditanami tanaman kayu dan tanaman kehidupan, sebagai upaya pemulihan ekosistem TN Gunung Leuser. Bibit tanaman kayu dan tanaman kehidupan telah dipersiapkan di persemaian, yang dikelola secara bersama KTHK, dan Balai Besar TNGL serta Forum Konservasi Leuser (FKL).

Pada waktu itu, terdapat 36 KTHK yang telah bekerjasama dengan Balai Besar TNGL, dalam rangka pemulihan ekosistem melalui kemitraan konservasi, yaitu 4 KTHK di kab. Aceh Tenggara, 20 KTHK di kab. Gayo Lues dan 12 KTHK di kab. Langkat, dengan jumlah Kepala Keluarga sekitar 1.500 KK.

TANTANGAN & ANCAMAN YANG DIHADAPI BB TNGL
Adapun tantangan dan ancaman yang dihadapi BB TNGL, adalah masyarakat sekitar yang berbatasan dengan TNGL (desa penyangga), perburuan liar, perambahan kawasan, penggunaan hutan secara non prosedural; yang mengakibatkan kerusakan lingkungan, terganggunya ekosistem, dan perubahan iklim. Juga, luasnya lahan TNGL tidak seimbang dengan pegawai yang ada, dan lain-lain.

PENUTUP
Pencapaian BB TNGL yang sangat berarti bagi kita sekarang, alam, dan kehidupan yang ada di sekitar TNGL; tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi dari semua pihak (stakeholder), karena semakin banyak yang terlibat, semakin besar pula dampak positif yang tercapai. Kita berharap juga BB TNGL tetap eksis, kuat, dan menjadi garda terdepan dalam penyelamatan 4 spesies langka. Gunung Leuser Lestari Warisan Untuk Negeri. Semoga…!!!

Penulis: Wartawan media online Indonesia Post, juga Pengamat lingkungan.

Berita Terkait

Akar Banjir Belum Tuntas Malah Sibuk Jual Batu, Warga Desa Kuning I Geram Pengerukan Jembatan Kuning I Lamban Karena Material Dibawa Jauh Keluar Lokasi
Diduga Kurang Pengawasan Proyek Peningkatan Ruas Jalan Muara Setulen – Gelombang Asal Jadi
Patroli Antisipasi Warga Menggunakan Knalpot Blong Dan Balap Liar di Wilkum Polsek Lawe Sigala-Gala
2 SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Ditinjau Kapolres Agara Untuk Pastikan Program Berjalan Optimal
Ibadah Syukur PGI-D Aceh Tenggara Dalam Rangka Peringatan HUT RI ke-81
Kegiatan Normalisasi Saluran Air Desa Lawe Desky kecamatan Babul Makmur
Kepsek SMA Negeri 1 Lawe Sigalagala Akan Melakukan Pembenahan Disiplin dan Peningkatan Mutu
Seorang Pengedar Narkotika Warga Lawe Loning Gabungan Ditangkap Polres Agara

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:04 WIB

Dapur Umum GRIB Jaya Medan Terus Berbagi, Hadirkan Makanan Bergizi Gratis bagi Masyarakat yang Membutuhkan

Rabu, 4 November 2026 - 11:24 WIB

​Kanwil Ditjenpas Sumut Siap Dukung Penuh Proses Penegakan Hukum Terkait Pegawai Lapas Medan yang Diamankan Polisi

Selasa, 3 November 2026 - 15:08 WIB

Evaluasi dan Penguatan Tugas dan Fungsi Pengamanan Rutan Tanjung Pura Ikuti Zoom Meeting bersama Direktur Pengamanan dan Intelijen Ditjenpas

Selasa, 3 November 2026 - 08:44 WIB

Bapas Kelas I Medan Lakukan Pengawasan Klien Pemasyarakatan dalam Program Ketahanan Pangan

Senin, 2 November 2026 - 21:07 WIB

IJTI Pengda Sumut Bakal Gelar Musda ke-VI, Tuti Alawiyah Lubis Maju Sebagai Calon Ketua Periode 2026/2029

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:59 WIB

Sinergi Cegah Banjir, Rutan Kabanjahe Bersama Kelurahan Kampung Dalam Gelar Kerja Bakti Pembersihan Drainase

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Kunjungi Sentra Ketapang Rutan Tanjung Pura, Kakanwil Ditjenpas Sumut Puji Kemandirian Warga Binaan

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Lapas Sibolga Kebut Pembersihan Lingkungan dan Pembangunan Pagar SDN Hutanabolon 1 Pascabanjir

Berita Terbaru