Medan – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Labuhan Bilik, Rinaldo Adeta Noah Tarigan dan Kepala Rupbasan Medan Akmalun Ikhsan, turut menghadiri acara buka puasa bersama warga binaan dan keluarga di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan,(22/03).

Acara yang juga dihadiri Ustadz Andri Lesmana,S.Ag.S.PdI berlangsung dengan penuh kehangatan ini menjadi momen berharga bagi warga binaan untuk merasakan kebersamaan dengan orang-orang tercinta meski berada di balik jeruji.
Sejak sore, ratusan keluarga warga binaan mulai berdatangan ke Rutan Kelas I Medan, membawa kebahagiaan yang terpancar jelas di wajah mereka.

Momen berbuka puasa bersama ini menghadirkan suasana haru ketika warga binaan dapat kembali merasakan sentuhan kasih sayang dari keluarga mereka.
Di lapangan utama rutan, para warga binaan, keluarga, serta petugas pemasyarakatan duduk bersama menikmati hidangan berbuka yang telah disiapkan, menciptakan nuansa Ramadhan yang penuh kebersamaan.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Sumatera Utara, Yudi Suseno, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini yang dinilai mampu mempererat hubungan keluarga meskipun dalam keterbatasan. Ia menekankan bahwa dukungan keluarga memiliki peran penting dalam membangun kembali semangat dan motivasi warga binaan untuk menjalani pembinaan dengan lebih baik.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas I Medan, Andi Surya, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif perdana yang bertujuan untuk memberikan ruang bagi warga binaan agar dapat merasakan kembali kehangatan keluarga di bulan suci Ramadhan.
Dengan kehadiran sekitar 800 keluarga warga binaan muslim, acara ini menjadi ajang silaturahmi yang mendalam bagi semua pihak yang terlibat.
Selain berbuka puasa, kegiatan ini juga diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustaz Andri Lesmana.
Ia memberikan nasihat dan motivasi kepada warga binaan agar senantiasa bersabar, memperbaiki diri, dan tetap istiqomah dalam menjalani kehidupan di dalam rutan.
Rinaldo Adeta Noah Tarigan yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa kebersamaan antara warga binaan dan keluarga memiliki dampak besar terhadap proses pembinaan.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai bentuk dukungan moril bagi warga binaan dalam menghadapi masa hukuman mereka.
“Dengan adanya momen seperti ini, kita berharap semangat warga binaan semakin tumbuh. Mereka merasa diperhatikan dan didukung oleh keluarga serta petugas, sehingga proses pembinaan dapat berjalan lebih optimal. Harapannya, mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat setelah menyelesaikan masa hukuman,” ujarnya.
Kegiatan buka puasa bersama ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di dalam rutan tidak hanya sebatas aspek hukum, tetapi juga mencakup aspek sosial dan emosional. Dengan pendekatan yang lebih humanis, diharapkan para warga binaan dapat lebih termotivasi.(AVID)































