Pakpak Bharat | Kabupaten Pakpak Bharat menyambut Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 dengan menggelar aksi bersih-bersih bertajuk “ASRI” (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dipusatkan di Kota Salak dan sekitarnya, Sabtu (21/2/2026). Kegiatan ini melibatkan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Pakpak Bharat bersama berbagai elemen masyarakat, TNI/Polri, para pelajar, Pemerintah Kecamatan Salak, Pemerintah Desa Salak I dan Salak II, Desa Boangmanalu, serta sejumlah komunitas lainnya yang bahu membahu membersihkan sampah di sepanjang jalanan kota.
Sejak pagi hari, ratusan peserta tampak menyebar di sejumlah titik strategis, memunguti sampah plastik, dedaunan, dan berbagai jenis limbah rumah tangga yang berserakan di badan jalan dan saluran drainase. Aksi gotong royong ini menjadi wujud nyata kepedulian bersama terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan, sekaligus upaya membangun budaya hidup bersih di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kabupaten Pakpak Bharat, Marulak H. Simangunsong, S.ST, M.Si, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap gerakan nasional yang digelorakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dalam rangka HPSN 2026. Tahun ini, peringatan HPSN menitikberatkan pada pengelolaan sampah yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian target nasional pengurangan dan penanganan sampah.
Menurut Marulak, peringatan Hari Peduli Sampah Nasional tidak boleh dimaknai sebatas seremoni tahunan. Momentum ini harus menjadi titik balik untuk memperkuat kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan. “Hari Peduli Sampah Nasional 2026 ini bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan momentum untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah, sekaligus menjadi titik balik menuju gerakan bersama mewujudkan Kabupaten Pakpak Bharat bebas sampah dan lingkungan yang lebih bersih serta berkelanjutan,” ujarnya.
Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat yang dinilai luar biasa dalam mendukung aksi tersebut. Keterlibatan lintas sektor, mulai dari aparat keamanan, pemerintah kecamatan dan desa, hingga kalangan pelajar, menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kebersihan lingkungan telah tumbuh menjadi kesadaran kolektif.
Marulak juga menegaskan bahwa persoalan sampah bukan semata tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Upaya penanganan sampah memerlukan keterlibatan aktif warga, salah satunya dengan membiasakan perilaku sederhana namun berdampak besar, seperti melihat sampah langsung memungut dan membuangnya ke tempat yang telah disediakan.
Gerakan “ASRI” diharapkan tidak berhenti pada momentum HPSN semata, melainkan terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat berkomitmen untuk terus mendorong program pengelolaan sampah yang terintegrasi, termasuk penguatan edukasi, penyediaan sarana prasarana pendukung, serta kolaborasi dengan berbagai pihak guna menciptakan lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah.
Melalui semangat gotong royong yang kembali digaungkan, Kabupaten Pakpak Bharat menegaskan tekadnya untuk menjadikan kebersihan sebagai budaya dan fondasi pembangunan daerah yang berwawasan lingkungan. Aksi nyata dari masyarakat diharapkan menjadi langkah awal menuju perubahan yang lebih besar dalam mewujudkan tata kelola sampah yang lebih baik dan berkelanjutan di masa mendatang. .(Alex St)































