JUHAR, KABUPATEN KARO – Kondisi infrastruktur publik di Desa Ketawaren, Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo, kian memprihatinkan dan ancam keselamatan jiwa. Salah satu tiang penyangga utama Jambur umum (Balai Desa), yang merupakan pusat aktivitas dan tempat berkumpulnya warga, ditemukan dalam kondisi lapuk parah dan nyaris putus total.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa bagian bawah tiang balok kayu berwarna hijau tersebut telah membusuk hingga menyisakan hanya sebagian kecil serat kayu yang menopang beban atap bangunan yang cukup berat. Kondisi ini sangat memprihatinkan karena dapat roboh sewaktu-waktu (kolaps), terutama saat beban angin kencang atau ketika area jambur sedang dipadati warga.
Fungsi jambur bagi masyarakat Karo bukan sekadar bangunan biasa, melainkan pusat kehidupan sosial mulai dari musyawarah, pesta adat, hingga tempat peristirahatan.
Dengan kondisi tiang yang sudah menggantung dan tidak lagi menapak sempurna pada fondasi, bangunan ini telah menjadi “bom waktu” yang mengancam keselamatan jiwa siapa pun yang berada di bawahnya.
”Ini sangat berbahaya. Kalau sampai roboh saat ada acara adat atau saat rapat desa, siapa yang mau tanggung jawab? Jangan tunggu ada korban jiwa baru pemerintah sibuk memperbaiki,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.
Yang lebih mengecewakan, kondisi ini terkesan dibiarkan begitu saja oleh Pemerintahan Desa (Pemdes) Ketawaren. Sikap diam dan seolah “masa bodo” dari aparat desa memicu gejolak di tengah masyarakat. Warga mulai mempertanyakan prioritas pembangunan dan penggunaan Dana Desa (DD) yang setiap tahun hampir Rp 1 Milyar dikucurkan oleh pemerintah pusat.
Transparansi anggaran menjadi poin utama yang digugat. Warga menilai, perbaikan fasilitas publik yang menyangkut nyawa orang banyak seharusnya menjadi prioritas utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes).
”Kami mempertanyakan ke mana saja aliran Dana Desa selama ini? Mengapa untuk hal yang sifatnya krusial dan mengancam keselamatan warga seperti ini tidak ada anggaran atau tindakan cepat oleh pihak pemerintahan desa ? Transparansi Pemdes Ketawaren dalam mengelola keuangan negara wajib dipertanyakan!” tegas salahseorang warga
Melalui pemberitaan ini, masyarakat Desa Ketawaren mendesak:
Pihak Kecamatan Juhar dan Inspektorat Kabupaten Karo untuk segera turun ke lapangan meninjau Desa Ketawaren untuk Audit penggunaan Dana Desa untuk memastikan anggaran tepat sasaran dan tidak ada penyimpangan.
Menuntut Perbaikan Segera secara darurat terhadap tiang-tiang bangunan Jambur yang sudah tidak layak sebelum jatuh korban jiwa. Ungkap warga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala Desa Ketawaren belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah penanganan yang akan diambil terkait kondisi tiang balai desa yang nyaris putus tersebut.
(***)































