(dok. Awak Media Saat Konfirmasi Di Lingkungan Sekolah)
Tanah Karo, viralnya sekolah SMA Negeri 1 Kabanjahe di media sosial tiktok sepekan lalu menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat Kabupaten karo, dalam hal ini Kepsek Eddyanto Bangun, S.Pd, M.Si angkat bicara saat di konfirmasi awak media di lingkungan sekolah 24/09/2025.
Eddyanto Bangun menjelaskankan, Saya sebagai Kepala Sekolah akan memberikan klarifikasi sepengetahuan yang saya ketahui Jadi awalnya, pada tahun pembelajaran 2023 – 2024 si EP (Siswi) mendaftar dan diterima di SMA Negeri 1 Kabanjahe dan di tengah perjalanan dia berhenti dan tidak mau sekolah lagi. Pada TP 2024 – 2025 dia mendaftar kembali sebagai Siswa Baru dan diterima kembali di SMA Negeri 1 Kabanjahe Mengingat pengalaman tahun pertama, kami mengetahui keadaan ekonomi keluarga EP sulit, maka salah seorang guru kita meminta agar di diusulkan di Dapodik supaya menerima bantuan PIP (Program Indonesia Pintar),” terang Kepsek.
Lanjut Eddy ,” akhirnya dia mendapat PIP pada tahun 2024 sebesar Rp1.800.000,-.(Satu Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah,-).Pada saat anak tersebut (Siswi EP_red) mengambil uang tersebut ke Bank BNI Kabanjahe pada bulan Agustus 2024, ternyata Bank BNI kelebihan bayar pada saat pencairan Pengakuan oleh Bank BNI).
“Tak lama setelah itu Petugas Bank BNI datang ke Sekolah menjumpai saya dan menceritakan kejadian tersebut, kemudian saya memanggil anak tersebut untuk mengklarifikasi kebenaran tersebut dan ditemani oleh salah seorang Guru berinisial SS.
Ternyata apa yang diceritakan oleh Petugas Bank ternyata benar adanya menurut pengakuan anak tersebut, maka pada saat itu kami berembuk bersama petugas bank dan anak tersebut, serta ibu Guru SS untuk mencari jalan keluar. Nah pada saat itu saya sebagai Kepala Sekolah memberikan usul penyelesaian atas masalah tersebut,” katanya.
Lanjutnya, selagi masih membicarakan permasalahan tersebut tiba – tiba salah satu LSM datang marah-marah kepada guru BK tersebut,” beber Kepsek ini, seraya sampaikan terkait dengan judul dan kutipan uang sekolah Rp100.000,- itu tidak benar,” tegas Eddyanto Bangun ini, sekaligus menyatakan bahwa klarifikasi yang saya perbuat atas tanggapan berita viral tersebut,” katanya ke awak media.
Dan untuk kita ketahui bahwa kejadian yang sesuai di video yang viral tersebut, terjadi pada tanggal 24 juli 2025 silam di salah satu ruang kantor di lingkungan Sekolah SMA Negeri 1 Kabanjahe dan mencuatnya hingga viral di sosial media sekitar 4 hari yang lalu di bulan ini. (Red)
































