Kabanjahe – Kondisi Kantor PDAM Tirta Malem Kabupaten Karo di Jl. Jamin Ginting No. 14 A, Kabanjahe, disorot warga. Pagar depan kantor berwarna biru tampak ambruk dan puingnya berserakan di bahu jalan, Rabu (18/6/2026).
Dari pantauan, papan nama “PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTA MALEM” masih berdiri tegak. Namun kontras dengan pagar di bawahnya yang roboh, sehingga menimbulkan kesan kurang terawat.
Kondisi ini memicu kekhawatiran warga dari sisi keamanan dan keselamatan. “Pagar roboh artinya akses terbuka. Rawan orang masuk sembarangan. Puing beton di pinggir jalan juga bahaya buat pejalan kaki dan pemotor, apalagi malam,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Tak hanya soal fisik kantor, warga juga mengeluhkan layanan air bersih. Jhon Sagala, warga Kelurahan Padang Mas, Kabanjahe, mengaku air dari PDAM sering tidak mengalir. “Air jalan dua hari sekali, bahkan empat hari bisa nggak datang. Kalau pun datang, airnya keruh dan bau seperti air parit,” keluhnya.
Jhon berharap Pemerintah Kabupaten Karo, khususnya Bupati Antonius Ginting, memberi perhatian serius. “Ini menyangkut kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Warga menilai, kondisi kantor yang tidak rapi dapat mengurangi kepercayaan publik terhadap manajemen PDAM. Padahal, PDAM sebagai BUMD memiliki peran vital dalam penyediaan air bersih yang dibayar warga setiap bulan.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak manajemen PDAM Tirta Malem Kabupaten Karo terkait penyebab ambruknya pagar, rencana perbaikan, serta keluhan air keruh dari pelanggan di Kelurahan Padang Mas.
































