BERASTAGI – Menjelang Festival Bunga dan Buah – (FBB) 2026, Camat Berastagi diduga menyebar proposal permintaan sumbangan kepada para pelaku usaha di wilayahnya. Proposal itu ditujukan untuk membiayai pembuatan mobil hias dalam pawai pembukaan FBB.
FBB sendiri merupakan event tahunan Pemkab Karo melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata – Disbudporapar dengan anggaran Rp1 miliar. Kegiatan akan berlangsung selama 3 hari, mulai Kamis (30/7/2026) hingga Sabtu (1/8/2026).
*Diduga Ada Unsur Pemaksaan*
Menurut warga, penyebaran proposal oleh pegawai Kantor Camat Berastagi terkesan memaksa. Pihak camat berdalih kegiatan tersebut resmi dari pemerintah sehingga wajib didukung.
“Cetus pula pihak dari Camat Berastagi, meminta bantuan untuk melaksanakan mobil hias mereka, dalam rangka mengikuti pawai Festival Bunga dan Buah pada pembukaan nanti,”_ ungkap Marga Karo-Karo, warga Berastagi.
Warga juga mempertanyakan tujuan penggalangan dana tersebut. Sebab mobil hias yang akan ditampilkan pada dasarnya menggunakan hasil pertanian warga.
“Anehnya, mobil hias tersebut pada dasarnya dari hasil pertanian. Tapi pegawai di Kecamatan Berastagi tidak ada yang memiliki tanaman bunga, buah, dan sayur,” sebut warga tersebut, Rabu (29/7/2026).
Ia menduga ada keuntungan pribadi di balik penyebaran proposal.
“Jikalau Rp150 ribu saja diberi pihak pengelola swasta yang ada di sekitaran Berastagi, dikalikan 15 proposal disebar, apa tidak untung mereka. Sementara pihak swasta yang ikut andil menghias mobil pawai meminta bantuan pada siapa. Benar-benar momen ajang kesempatan cari uang masuk,”_ ungkapnya.
*Camat Berastagi Bungkam*
Hingga berita ini diturunkan, Camat Berastagi, Ijin Guru Singa, belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp dan panggilan telepon belum mendapat jawaban.
Sebelumnya, Pemkab Karo juga disorot terkait transparansi anggaran FBB 2026 sebesar Rp1 miliar lebih yang dikelola Disbudporapar. (Berto)

































