Dua orang siswa SMK NEC Lawe Loning, yang ditangkap warga.(foto)
*Informasi yang dihimpun wartawan media ini, tawuran terjadi gara-gara perempuan.
*Warga panik, heboh, dan tegang, gara-gara tawuran tersebut.
Kutacane- (Indonesia Post) – Siswa SMK Nusantara Education Centre (NEC), yang berada di desa (Kute) Lawe Loning 1 Kecamatan Lawe Sigalagala Kabupaten Aceh Tenggara, melakukan tawuran dengan siswa SMA Negeri 1 Lawe Sigalagala, di Simpang prapatan desa Kuta Tengah, pada hari Senin (24/2/2025). Kabarnya tawuran itu, diakibatkan oleh hal sepele, gara-gara rebutan perempuan (cewek).
Situasi memanas, panik, heboh, dan tegang; akibat dari tawuran tersebut. Sehingga banyak masyarakat Kuta Tengah, yang berhamburan keluar, melihat kejadian tersebut, karena peristiwa tersebut, berada di jalan besar Kutacane- Medan, persisnya di Simpang Prapatan Kuta Tengah, dan dekat Kantor camat Lawe Sigalagala.

Warga yang peduli, marah dan kecewa, bahwa di desanya terjadi keributan, mencoba melerai dan menghentikan perkelahian. Dan ada siswa yang membawa senjata tajam (sabit sawit-red), yang diduga berasal dari siswa SMK NEC Lawe Loning. Dan, terakhir ada 2 orang siswa yang ditangkap oleh warga, oleh Bpk. Rajagukguk, yang kebetulan juga anggota kepolisian, untuk dimintai keterangan, dan diserahkan kepada pihak Polsek Lawe Sigalagala.
Konfirmasi Wartawan media ini kepada Kapolsek Lawe Sigalagala, melalui Kanit Reskrim, Aiptu Melton Siagian, mengatakan bahwa pihaknya sudah mengembalikan kepada pihak sekolah. Sedangkan di SMA Negeri 1 Lawe Sigalagala, para murid yang terlibat, sudah dipanggil dan dimintai keterangan oleh pihak guru.
Hasil konfirmasi Juruwarta ini, kepada Pengawas sekolah, Bpk. Arman, S.Pd, melalui WA-nya menyebutkan, bahwa masalah ini sudah ditangani pihak sekolah, balasnya.”
Perbincangan santai Jurnalis media ini, yang didampingi Kabiro Tabloid Mitra Polda, Ronsld Sianturi, kepada pihak Yayasan NEC yang membidangi Sekolah TK, SD, SMP, dan SMK; yang diwakili oleh Bpk.T.S. Manalu menyatakan, bahwa siswa yang melakukan tawuran perlu diproses hukum. Karena kalau hanya pihak sekolah yang mengurus kurang optimal, hanya dipanggil orangtua, dan siswa dinasehati.
Sementara seorang warga desa Kuta Tengah, Bpk.Matondang, dan Bpk.Arifin Sihombing yang mantan Kades Tanah Baru, yang berdekatan dengan desa Kuta Tengah, sangat marah dan kecewa, terhadap kelakuan siswa-siswa itu, yang membuat keributan di kampungnya. Bahkan Bpk.Arifin Sihombing, menyampaikan kepada Pemburu berita ini, hampir kena sabetan Sabit Sawit dari pihak pelajar yang tawuran.
Masyarakat menghimbau kepada pihak Yayasan NEC Lawe Loning, untuk mengatur dan memimpin siswanya, serta memperhatikan anak didiknya. Jangan gara-gara tindakan mereka, nyawa orang melayang, dan terjadi penghakiman warga yang brutal, karena perbuatan mereka yang buat rusuh di desa orang lain. Mudah-mudahan ini yang pertama, sekaligus yang terakhir, ucapnya.” Demikian dilaporkan dari Aceh Tenggara. (P. Lubis)































