*Banjir membawa lumpur, bebatuan, dan kayu gelondongan.
Kutacane- (Indonesia Post). Tingginya curah hujan yang terjadi di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara, khususnya di Desa Lawe Tua Kecamatan Lawe Sigalagala, dimulai sejak sore hari, menyebabkan debit air sungai meningkat hingga membawa material berupa bebatuan, dan kayu gelondongan yang menyumbat jembatan, hingga air, lumpur dan kayu gelondongan meluap ke pemukiman warga serta menutupi ruas jalan nasional Kutacane-Medan.
Atas laporan masyarakat tersebut, tim TRC BPBD segera menuju lokasi untuk melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan pihak Kecamatan, TNI dan Polri untuk melakukan upaya darurat.
Untuk sementara ruas jalan tersebut belum bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Adapun pendataan kerusakan rumah, fasilitas umum dan kerugian akibat dampak banjir bandang masih terus dilakukan
Sekarang ini penanganan darurat yaitu pembersihan material banjir bandang sedang dilakukan, yaitu menurunkan 1 (satu) unit alat berat ke lokasi kejadian.

*DAMPAK KEJADIAN*
1. Banjir bandang membawa material kayu dan batu
2. Air dan lumpur masuk dan menggenangi rumah warga
3. Terhambatnya lalu lintas jln nasional kutacane – medan
*KORBAN TERDAMPAK :
– Masih dalam pendataan
*PENGUNGSI*
– masih dalam pendataan
*KORBAN*
– masih dalam pendataan
*UPAYA YANG DILAKUKAN*
– Melakukan Kajian Cepat
– Mengerahkan anggota TRC ke Lokasi melakukan pendataan
– Menurunkan 1 (satu) unit alat berat Excavator
*KONDISI MUTAKHIR*
– Akses Jalan kutacane – medan belum dapat di lalui
– Air belum surut
*KEGIATAN*
1. Melaksanakan kegiatan rutin, administrasi dan pelaporan
2. Pengendali dan Pengoperasian Petugas Piket PUSDALOPS
3. Monitoring oleh Petugas BPBD
4. Pendataan dan Dokumentasi
Keadaan pagi ini, pada hari Minggu (10/5/2026), jalan besar Lawe
Tua Kecamatan Lawe Sigalagala, sudah bisa dilewati kendaraan roda empat. Daerah Lawe Tua, yang terdiri dari Desa Lawe Tua Gabungan, Desa Lawe Tua Persatuan, dan Desa Lawe Tua Makmur, sudah beberapa kali dilanda banjir bandang, yaitu Tahun 2017, 2023, dan sekarang. Demikian dilaporkan dari Aceh Tenggara.(Sudirman Siburian/Domansyah/PLS).






























