Medan — Sejak banjir besar merendam sejumlah kawasan Kota Medan, PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Sunggal menjadi salah satu Ormas yang bergerak paling cepat dan paling konsisten di lapangan memberikan bantuan kemanusiaan.
Tanpa melihat waktu, cuaca, maupun medan yang sulit, mereka menyisir lingkungan demi lingkungan untuk membawa makanan siap santap, pakaian bersih, beras, mie instan, dan kebutuhan harian lainnya kepada warga yang terdampak banjir.

Selama empat hari berturut-turut, aksi kemanusiaan itu tak pernah berhenti. Ketua PAC Pemuda Pancasila Medan Sunggal, Aidil Anhar, bersama jajarannya menerabas jalan becek, lumpur tebal, dan genangan air memastikan bantuan tiba tepat sasaran.
“Kita tidak boleh kalah oleh banjir, saudara saudara kita yang jadi korban lebih membutuhkan kita,” ujarnya berkali-kali kepada jajarannya.

Terima Laporan Warga Belum Tersentuh Bantuan
Pada malam keempat kemarin, sekitar pukul 21.30 WIB, Aidil menerima laporan dari kerabatnya bahwa masih ada puluhan warga di kawasan lain yang sama sekali belum menerima bantuan, padahal banjir sudah tiga hari melanda.

Tanpa menunggu pagi, tanpa memikirkan lelah dan kantuk, rombongan langsung bergerak membawa satu mobil bak terbuka Mitsubishi L300 yang dipenuhi logistik: puluhan goni beras, puluhan kotak mie instan, minyak goreng, gula, pakaian bersih, makanan siap santap, hingga kebutuhan harian lainnya.
Setibanya di lokasi yang gelap, Aidil terdiam beberapa detik. Rumah-rumah warga tampak seperti bayangan hitam di tengah hamparan lumpur. Listrik padam total. Tidak ada suara selain gemericik air banjir.

Warga Menggigil dan Lapar
Dengan penerangan senter HP, Aidil dan jajarannya menyusuri rumah-rumah satu per satu. Mereka menemukan warga duduk meringkuk, menggigil kedinginan, beberapa hanya memakai pakaian basah sejak pagi.
Anak-anak meningis pelan karena lapar. Sementara internet dan listrik sudah terputus sejak hari pertama banjir.

Saat menerima bantuan, tangis warga pecah. Seorang ibu sambil memeluk beras dan makanan siap santap, berkata dengan suara bergetar:
“Kami sempat mengira sudah dilupakan, Bang. Tiga hari kami gelap-gelapan. Anak saya cuma minum air karena sudah tak ada lagi yang bisa dimakan. Ketika kalian datang… saya seperti melihat cahaya dari Tuhan… Terima kasih… terima kasih banyak.”

Sementara seorang bapak tua yang kakinya sudah bengkak karena berhari-hari berdiri di air dingin, meneteskan air mata.
“Saya sudah pasrah. Saya pikir malam ini kami tidur lagi tanpa makanan. Tapi kalian datang jauh-jauh, malam-malam pula. Kebaikan seperti ini tidak akan kami lupa seumur hidup…”
Seorang ibu muda yang menggendong balita, tersedu sambil memeluk bungkusan pakaian bersih.

“Anak saya sudah dua malam menggigil. Saya tak punya pakaian kering untuk dia. Tuhan kirim kalian. Kalau kalian tak datang, saya tak tahu harus bagaimana lagi…” Suasana berubah hening. Bahkan beberapa anggota PP terlihat menunduk dengan rasa keharuan.
“Bakti Tulus Pemuda Pancasila”
Setelah memastikan seluruh warga menerima bantuan, Aidil berdiri di antara mereka.
“Apa yang kami bawa untuk bapak-ibu semua ini bukan sekadar logistik bantuan. Ini adalah bakti tulus Pemuda Pancasila. Kalian saudara kami. Kami tak akan tinggalkan kalian dalam keadaan seperti ini,” ujarnya lirih.

Aidil menegaskan bahwa aksi ini dapat berjalan berkat dukungan penuh dari Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Medan, Rahmadian Shah, yang terus memberi motivasi agar kader Pemida Pancasila hadir di garis depan saat rakyat membutuhkan.
Sebelum meninggalkan lokasi, Aidil mengajak seluruh rombongan berdiri tegap, lalu memekikkan semboyan Pemuda Pancasila yang menggema menembus gelap dan bau lumpur.
“Kalian semua tidak sendirian!”
“Pemuda Pancasila tetap ada dan bersama saudara-saudara yang terdampak bencana!”
“Sekali layar terkembang, surut kita berpantang!”
“Pancasila… ABADI!”
“Pancasila… ABADI!”
“Merdeka! Merdeka! Merdeka!”
Warga yang menyaksikan ikut terharu, bukan hanya karena bantuan yang datang, tetapi karena merasa kembali dianggap, kembali dihargai, kembali diingat sebagai manusia yang tak ditinggalkan dalam gelap dan lumpur.(AVID)































