Dugaan Pemerasan Oknum Polisi Mencuat di Bawah Sumpah, Mengapa Kapolres Dairi Enggan Menanggapi?

KAPERWIL SUMUT

- Redaksi

Kamis, 5 Maret 2026 - 11:27 WIB

50747 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIDIKALANG – Fakta mengejutkan mencuat dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sidikalang terkait perkara tindak pidana narkotika. Seorang saksi berinisial CT memberikan keterangan di bawah sumpah mengenai adanya dugaan pungutan liar (pungli) atau pemerasan sebesar Rp3 juta per orang yang diduga melibatkan oknum anggota saat penggerebekan di Cafe Hoaks, Desa Lau Gunung pada Agustus 2025 silam.

​Keterangan tersebut disampaikan dalam persidangan perkara No. 6 & 7/Pid.Sus/2026/PN Sdk yang digelar pada Senin (23/2). Menurut saksi, uang tersebut diminta melalui seseorang bernama Sukat agar saksi bisa dibebaskan saat penangkapan berlangsung.

​Menindaklanjuti fakta persidangan yang mencoreng institusi kepolisian tersebut, Team jurnalis, telah melakukan upaya konfirmasi kepada pejabat terkait di Polres Dairi. Namun sangat disayangkan, baik pimpinan satuan maupun pimpinan tertinggi di Polres Dairi tersebut memilih untuk tidak memberikan tanggapan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Konfirmasi ke Kasat Narkoba Tak Membuahkan Hasil

​Upaya konfirmasi pertama ditujukan kepada Kasat Narkoba Polres Dairi, Iptu M.D Hutapea, melalui pesan WhatsApp pada Selasa (3/3) pukul 14.36. Dalam pesan tersebut, jurnalis meminta tanggapan terkait keterlibatan oknum anggotanya dalam dugaan pungli tersebut. Meski pesan telah terkirim dan dibaca (diedit), Iptu M.D Hutapea tetap bungkam hingga berita ini diterbitkan.

​Kapolres Dairi Juga Memilih Bungkam

​Tidak berhenti di situ, upaya pencarian keadilan dan keseimbangan berita dilanjutkan dengan mengirimkan pesan konfirmasi kepada Kapolres Dairi pada pukul 14.38. Kapolres dimintai keterangan mengenai apakah akan ada penyelidikan internal melalui Propam atau arahan khusus untuk menindaklanjuti fakta persidangan tersebut. Namun, setali tiga uang dengan bawahannya, Kapolres Dairi juga tidak memberikan respons apa pun atas pertanyaan tersebut.

​Pandangan Pakar Hukum: “Sikap Bungkam Menambah Ketidakpercayaan Publik”

​Menanggapi sikap bungkamnya pimpinan Polres Dairi, praktisi hukum pidana Jasnan David sipayung SH dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) ASARO KEADILAN menyatakan keprihatinannya. Menurutnya, ketika fakta persidangan sudah muncul di bawah sumpah, itu bukan lagi sekadar rumor.

​”Keterangan saksi di persidangan adalah alat bukti yang sangat kuat. Jika pimpinan di Polres Dairi, baik Kasat maupun Kapolres, tidak memberikan tanggapan atau tindakan nyata seperti melibatkan Propam, maka wajar jika publik berasumsi ada upaya perlindungan terhadap oknum,” tegasnya. Kamis, (5/3/2026)

​Jasnan menambahkan bahwa transparansi adalah pilar utama Polri Presisi. “Pejabat publik memiliki kewajiban untuk menjelaskan langkah apa yang diambil untuk menjaga integritas institusinya. Jika semua diam, maka ketidakpercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum akan semakin meningkat,” tambahnya.

​Hingga saat ini, team jurnalis masih menunggu pernyataan resmi dari pihak Polres Dairi terkait langkah konkret yang akan diambil untuk menyikapi dugaan pemerasan yang melibatkan oknum anggotanya tersebut. (Team)

Berita Terkait

Gerak Cepat! Polsek Tigalingga Ringkus Pengedar Sabu di Gunung Sitember, 28 Paket Sabu Diamankan
Jerit Sungai Kapuas: Pemodal PETI Sekadau Kebal Proses Hukum, Rakyat Tercekik Limbah Beracun
Demi Pesta Poya,! Empat Pemuda Spesialis Bobol Kedai Kopi di Kabanjahe Diringkus Team Cobra Satreskrim Polres Karo di Medan
Polres Karo Klarifikasi Video Viral Oknum Narkoba Dugem di THM Amakot, Tes Urine Negatif – Ternyata Tugas Undercover
Luar Biasa! Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Rutan Kelas II B Sidikalang Sulap Batok Kelapa dan Besi Jadi Karya Seni Bernilai Ekonomi
Polres Karo Ungkap Kasus Curas Penyebab Dosen IT&B Kabanjahe Meninggal Dunia, Dua Tersangka Diamankan di Deli Serdang
Wakil Rektor 2 ITB Indonesia Ditemukan Tewas di Rumahnya di Berastagi, Diduga Korban Perampokan Disertai Kekerasan
Terbongkar! Modus Penggelapan Rp 300 Juta Dana KMGR di Bintang Meriah: Uang Dipakai ke Koperasi Lain Hingga Macet, Korban Siap Lapor ke Polres Karo

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:04 WIB

Dapur Umum GRIB Jaya Medan Terus Berbagi, Hadirkan Makanan Bergizi Gratis bagi Masyarakat yang Membutuhkan

Rabu, 4 November 2026 - 11:24 WIB

​Kanwil Ditjenpas Sumut Siap Dukung Penuh Proses Penegakan Hukum Terkait Pegawai Lapas Medan yang Diamankan Polisi

Selasa, 3 November 2026 - 15:08 WIB

Evaluasi dan Penguatan Tugas dan Fungsi Pengamanan Rutan Tanjung Pura Ikuti Zoom Meeting bersama Direktur Pengamanan dan Intelijen Ditjenpas

Selasa, 3 November 2026 - 08:44 WIB

Bapas Kelas I Medan Lakukan Pengawasan Klien Pemasyarakatan dalam Program Ketahanan Pangan

Senin, 2 November 2026 - 21:07 WIB

IJTI Pengda Sumut Bakal Gelar Musda ke-VI, Tuti Alawiyah Lubis Maju Sebagai Calon Ketua Periode 2026/2029

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:59 WIB

Sinergi Cegah Banjir, Rutan Kabanjahe Bersama Kelurahan Kampung Dalam Gelar Kerja Bakti Pembersihan Drainase

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Kunjungi Sentra Ketapang Rutan Tanjung Pura, Kakanwil Ditjenpas Sumut Puji Kemandirian Warga Binaan

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Lapas Sibolga Kebut Pembersihan Lingkungan dan Pembangunan Pagar SDN Hutanabolon 1 Pascabanjir

Berita Terbaru