Pentingnya Menjaga dan Melestarikan Hutan di Aceh Tenggara

- Redaksi

Minggu, 20 April 2025 - 20:01 WIB

5013 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

*Baik itu TNGL, hutan lindung, maupun hutan konservasi.
*Karena seringnya banjir yang terjadi di Bumi Sepakat – Segenap, yang mengakibatkan kerugian fasilitas umum, inftastruktur, dan bagi warga.

Oleh: Januar Pagar M.Lubis

PENDAHULUAN
Daerah yang dahulu dikenal dengan lanskap hijau dan kekayaan alam yang melimpah, kini kian akrab dengan bencana.
Persoalan banjir tak lagi datang sebagai tamu musiman, melainkan sebagai ancaman rutin yang meluluh-lantakkan harapan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

PERLUNYA MENJAGA HUTAN
Disamping arus deras yang menghanyutkan dan lumpur yang menenggelamkan, terdapat satu kenyataan pahit yang tak bisa disangkal, bahwa hutan kita kian rusak, dan ini bukan terjadi secara alami, melainkan ulah manusia yang tidak bermoral.

Kawasan hutan sejatinya adalah sistem penyangga kehidupan. Ia menyerap air, menyimpan cadangan, menjaga kestabilan tanah, dan menahan laju erosi.
Tapi ketika hutan ditebang semena-mena, akar-akar tak lagi menahan tanah, dan air hujan berubah menjadi arus destruktif (merusak) yang menyerbu permukiman dan persawahan.


KELALAIAN & PEMBIARAN KERUSAKAN HUTAN MENIMBULKAN DAMPAK SERIUS
Apa yang terjadi di Aceh Tenggara mencerminkan kealpaan kita dalam menjaga amanah alam.
Perambahan hutan/penebangan liar, alih fungsi lahan, dan aktivitas ilegal lainnya seolah dibiarkan mengoyak jantung bumi Aceh Tenggara.
Kawasan Hutan-hutan yang dulu rimbun, kini banyak menyisakan jejak ekskavator dan luka ekologis yang besar.

Dampaknya, bahaya banjir menjadi tak terhindarkan. Bukan hanya rumah yang hanyut, tetapi juga harapan, kehidupan, dan rasa aman.
Tragedi ini semestinya menjadi tamparan keras. Tidak cukup hanya prihatin. Tapi, diperlukan tindakan nyata dari semua elemen.

UPAYA TEGAS dan NYATA PENTING DITERAPKAN DILAPANGAN
Pemerintah harus bersikap tegas. Penegakan hukum tak boleh ragu, apalagi tebang pilih. Pelaku perusakan hutan harus ditindak, tanpa kompromi.
Namun, menjaga hutan bukan hanya urusan aparat. Masyarakat lokal harus dilibatkan sebagai ujung tombak, apalagi yang tinggal di sekitar hutan.

Mereka perlu diberikan alternatif ekonomi yang tidak merusak lingkungan. Edukasi, pelatihan, dan insentif bagi pelestari alam akan menumbuhkan kesadaran kolektif, bahwa hutan bukan sekadar sumber kayu, melainkan sumber kehidupan.
Upaya rehabilitasi hutan juga tak bisa ditunda. Reboisasi harus digalakkan. Kawasan-kawasan kritis penting dipulihkan, agar hutan kembali menjalankan fungsinya sebagai penyeimbang lingkungan.

Rentang waktu jangka panjang, melaksanakan dan membangun budaya cinta lingkungan—melalui pendidikan dan kampanye publik—akan menjadi investasi penting, bagi keberlanjutan bumi Aceh Tenggara.
Bahaya banjir bukan sekadar bencana alam. Ia adalah isyarat bahwa kita telah gagal menjaga titipan.

PENUTUP
Jangan biarkan bumi Aceh Tenggara, yang dijuluki Bumi Sepakat- Segenap ini, terus menjerit. Jangan biarkan anak cucu kita mewarisi kerusakan yang kita biarkan hari ini.
Ayo kita ambil bagian dalam menyelamatkan hutan. Karena menjaga hutan berarti menjaga ekosistem, dan kehidupan. Dan tanggung-jawab ini, adalah milik kita bersama. Semoga…!!! 🔥🔥🔥👍👍👍🙏🙏🙏

Penulis: Wartawan media online Indonesia Post, dan Pengamat lingkungan.

Berita Terkait

Polres Agara Tegas Tertibkan Pedagang BBM Nakal
LSM PERKARA Menilai Dana Trasfer Rp.75 Milyar Tahun 2024 di Pemkab Aceh Tenggara Tidak Tepat Sasaran
Kedatangan Presiden RI Membawa Harapan Baru Bagi Warga Korban Banjir di Aceh Tenggara
Situasi Terkini Akibat Banjir dan Banjir Bandang Yang Melanda Aceh Tenggara
Sosialisasi Pupuk Organik di Kantor BPP Lawe Sigalagala
LSM dan Media Turun Langsung ke Proyek Rabat Beton Desa Lawe Mantik Yang Viral di Sosmed
Thayalis dan Mona Fitri Harumkan Nama Aceh Tenggara di MTQ Aceh 2025
Kantor Camat Babul Makmur Penting Direnovasi dan Dipagar

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 01:35 WIB

‎Kanit Samapta Polsek Medang Deras Gelar Sambang dan Sosialisasi, Awasi Harkamtibmas serta Antisipasi Kejahatan

Selasa, 13 Januari 2026 - 23:07 WIB

SMA Kemala Taruna Bhayangkara: Wujud Komitmen Polri dalam Mencerdaskan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:43 WIB

Polres Kampar Upgrade Pelayanan, BRI Beri Tips Komunikasi Efektif, Kapolres: Utamakan Empati, Beri Solusi Cepat & Tepat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:57 WIB

Tim SAR Brimob BKO Polda Sumbar Lakukan Pencarian Korban dan Salurkan Bantuan Banjir di Palembayan

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:54 WIB

Di Tengah Lumpur dan Harapan, Polri Bersama Warga Buka Akses Jalan Kampung Setie Pasca bencana

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:04 WIB

Hujan Lebat Picu Banjir Susulan, Kapolres Aceh Timur Siagakan Perahu Evakuasi di Sejumlah Gampong

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:17 WIB

Perkuat P4GN dan Zero Halinar, Lapas Narkotika Pangkalpinang Gelar Tes Urine Seluruh Pegawai dan Warga Binaan

Selasa, 6 Januari 2026 - 20:36 WIB

HUT Satpam ke-45, Polres Kampar Gelar Syukuran, Kapolres: Satpam Garda Terdepan, Mitra Strategis Polri

Berita Terbaru