*Kegiatan Giat Damai Aceh dipimpin Kapolsek Lawe Sigalagala, Iptu Julius Pakpahan.
Lawe Sigalagala, Aceh Tenggara – Polsek Lawe Sigalagala bersama Koramil 01/LS melaksanakan kegiatan Giat Damai Aceh dalam rangka memperingati 20 tahun penandatanganan memorandum of understanding (MoU) Helsinki antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (14/08/2025) sekitar pukul 21.00 WIB, di wilayah hukum Kecamatan Lawe Sigalagala, Kabupaten Aceh Tenggara, dengan mengedepankan patroli gabungan TNI-Polri.
Giat Damai Aceh dipimpin langsung Kapolsek Lawe Sigalagala, Iptu Julius Pakpahan, dan diikuti oleh personel Polsek Lawe Sigalagala serta personel Koramil 01/LS. Patroli ini dimaksudkan untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas wilayah sekaligus sebagai bentuk peringatan atas tercapainya perdamaian yang menjadi hasil dari upaya negosiasi internasional, termasuk peran mantan Presiden Finlandia Martti Ahtisaari, yang memfasilitasi proses MoU Helsinki. Kesepakatan ini lahir pasca bencana tsunami 26 Desember 2004, yang membawa penderitaan dan tantangan besar bagi masyarakat Aceh, sekaligus menjadi momentum bersejarah bagi perdamaian dan rekonstruksi sosial-politik di provinsi ini.

Pantauan wartawan Indonesia Post di lokasi kegiatan menunjukkan bahwa kondisi Kecamatan Lawe Sigalagala aman dan terkendali. Kecamatan ini dikenal sebagai wilayah yang multietnis, dihuni masyarakat dari berbagai suku dan agama, termasuk Batak Tapanuli, Alas, Gayo, Aceh, Kluet, Karo, Pakpak, Singkil, Jawa, Nias, dan Minang. Keberagaman ini menjadikan patroli gabungan TNI-Polri sebagai sarana penting untuk memelihara rasa aman, mencegah konflik, dan membangun solidaritas antarwarga.
Kapolsek Lawe Sigalagala Iptu Julius Pakpahan menekankan bahwa kegiatan Giat Damai Aceh bukan sekadar peringatan simbolis, tetapi juga bentuk implementasi nyata upaya menjaga perdamaian dan harmoni di tengah masyarakat yang heterogen. Menurutnya, patroli gabungan ini sekaligus mengingatkan masyarakat akan pentingnya peran aktif warga dalam mendukung keamanan dan stabilitas di tingkat lokal, terutama di daerah yang memiliki keragaman budaya dan agama.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat, yang menilai kehadiran aparat TNI-Polri dalam Giat Damai Aceh memberikan rasa aman sekaligus menegaskan komitmen negara dalam menjaga perdamaian Aceh. Pelaksanaan patroli pada malam hari ini juga dianggap strategis untuk meminimalkan potensi gangguan keamanan serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum di tingkat kecamatan. (P.Lubis)































