Karo-Festival Bunga dan Buah atau FBB adalah ikon pariwisata dan kebanggaan Kabupaten Karo. Namun berdasarkan pantauan lapangan dan aspirasi publik, penyelenggaraan FBB 2026 menunjukkan sejumlah persoalan mendasar.
Dari cermin kegiatan FBB 2026, tampak Pemerintah Kabupaten Karo kurang serius dalam memaknai pesta rakyat ini. Hal ini tercermin dari kebijakan yang justru membebankan masyarakat di tengah telah dialokasikannya anggaran Rp1 Miliar dari APBD.
CATATAN KRITIS
1. Pembebanan Kepada Masyarakat dan Pelaku Usaha
Telah beredar dokumen resmi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karo tertanggal 16 Juli 2026 dan Surat dari Camat Berastagi terkait permintaan partisipasi. Isinya meminta kantong sampah, air mineral, hingga dukungan mobil hias kepada pelaku usaha dan masyarakat. Ini menimbulkan pertanyaan publik: Untuk apa anggaran Rp1 Miliar jika di lapangan masih dilakukan pungutan dan permintaan kepada masyarakat?
2. Petani dan UMKM Belum Menjadi Subjek Utama
Dikutip berdasarkan 398 komentar di media KARO News, warga menyampaikan:
– Dampak ekonomi FBB tidak dirasakan petani. Harga hasil pertanian masih rendah.
– Stand kegiatan lebih banyak diisi produk dari luar daerah.
– Kuliner dan produk khas Karo seperti Cimpa, Tasak Telu, belum menjadi fokus utama.

FBB seharusnya mednjadi ruang promosi dan peningkatan ekonomi bagi Petani dan UMKM Karo.
3. Kemeriahan dan Dampak Wisata Menurun
Dibanding tahun sebelumnya, kemeriahan FBB 2026 terasa berkurang. Pawai mobil hias berlangsung singkat dan kunjungan wisatawan tidak menggeliat. Tujuan FBB sebagai penggerak ekonomi dan pariwisata belum tercapai optimal.
TUNTUTAN MASYARAKAT KEPADA PEMKAB KARO
Demi transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan FBB, kami menuntut:
1. Transparansi Anggaran. Publikasikan secara terbuka RAB penggunaan dana Rp1 Miliar FBB 2026 kepada publik.
2. Evaluasi Kebijakan. Hentikan praktik pembebanan kepada masyarakat dan pelaku usaha. Optimalkan anggaran yang telah tersedia.
3. Reformasi FBB. Libatkan Petani, UMKM, dan Komunitas sejak perencanaan. Jadikan FBB 2027 sebagai pesta rakyat yang berpihak, meriah, dan berdampak ekonomi langsung.
Kami menyampaikan ini bukan untuk mencederai, tetapi untuk membangun.
Karena FBB bukan hanya sekadar pesta. FBB adalah cermin keseriusan kita membangun Tanah Karo. (BT)
































