Kabanjahe, indonesiapost24.com – Dampak kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) masih dirasakan di SMP Negeri 3 Kabanjahe. Lebih dari 100 siswa dilaporkan menolak mengkonsumsi MBG karena trauma.
Kepala SMPN 3 Kabanjahe, Almina Ginting, S.Pd membenarkan hal tersebut.
“Anak didik kita sebagian sudah takut makan, kita juga tidak memaksakan,” ujar Almina Ginting, Selasa (16/9/2026).
Dari total 500 ompreng MBG yang masuk setiap hari dari SPPG Kandi Bata Rivaltri, tercatat lebih dari 100 ompreng tidak dimakan dan akhirnya terbuang sia-sia.
Pantauan di lapangan, sisa makanan berupa nasi, lauk dan buah dikumpulkan oleh siswa dan guru ke dalam ember, sebagaimana terlihat dalam foto yang diterima redaksi.
Kondisi ini terjadi sudah hampir sebulan terakhir, pasca rentetan kasus keracunan MBG yang melanda sejumlah sekolah di Kabupaten Karo.
Pihak sekolah berharap ada evaluasi menyeluruh dari penyelenggara MBG agar kepercayaan siswa kembali pulih dan tidak terjadi pemborosan anggaran.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG Kandi Bata Rivaltri belum memberikan keterangan resmi. (Team)


































