PAKPAK BHARAT | Wakil Bupati Pakpak Bharat, H Mutsyuhito Solin, Dr, M.Pd, meninjau pelaksanaan kegiatan Posyandu bulanan di Desa Kuta Meriah dan Desa Kuta Dame, Kecamatan Kerajaan. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung jalannya kegiatan pelayanan kesehatan di dua desa tersebut. Dalam kesempatan itu, ia berinteraksi dengan kader posyandu serta warga yang hadir, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, hingga orang lanjut usia. Ia juga memperhatikan proses layanan seperti penimbangan bayi, pemberian imunisasi, suplemen gizi, serta edukasi kesehatan yang disediakan dalam kegiatan posyandu.
Menurut Mutsyuhito Solin, Posyandu merupakan elemen penting dalam sistem pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa. Ia menekankan bahwa keberadaan Posyandu memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan tanpa harus pergi jauh ke pusat layanan kesehatan yang lebih besar. Di Posyandu, masyarakat dapat melakukan pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita, memperoleh vitamin A, obat cacing, serta imunisasi yang sesuai dengan usia anak. Selain itu, Posyandu juga berperan dalam mendeteksi masalah kesehatan sejak dini dan menjadi sarana untuk mendapatkan informasi seputar keluarga berencana dan pola hidup sehat.

Ia juga mengingatkan bahwa sasaran Posyandu tidak hanya terbatas pada bayi dan balita, tetapi juga menyasar kalangan remaja, ibu hamil, serta lansia, dengan pendekatan pelayanan berkelanjutan sepanjang siklus kehidupan. Melalui pendekatan ini, diharapkan tercipta masyarakat yang lebih sehat dan berkualitas sekaligus turut menekan angka kematian ibu dan bayi yang masih menjadi tantangan di sejumlah daerah.

Desa Kuta Meriah dan Kuta Dame, menurut Wakil Bupati, dipilih sebagai lokasi tinjauan karena pada tahun sebelumnya menjadi lokus percepatan penanganan stunting di Kabupaten Pakpak Bharat. Program percepatan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama antara pemerintah daerah dan Tanoto Foundation, dengan pendekatan yang menyeluruh termasuk perbaikan gizi, pola asuh, dan sanitasi. Ia menilai bahwa tinjauan langsung di lapangan sangat penting untuk mendapatkan gambaran terkini mengenai kondisi bayi dan balita di wilayah tersebut. Informasi ini, katanya, akan menjadi bahan evaluasi dalam merumuskan langkah-langkah lanjutan guna menekan kasus stunting serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.

Dengan mempererat peran aktif Posyandu dan melibatkan masyarakat dalam menjaga kesehatan sejak dini, pemerintah daerah berharap dapat mencetak generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif ke depan. Ini bukan hanya menjadi kerja instansi kesehatan, tapi merupakan tanggung jawab bersama antar sektor, termasuk kader posyandu, pemerintahan desa, serta orang tua sebagai pihak paling dekat dengan anak-anak. Pemerintah daerah sendiri terus mendorong penguatan kapasitas kader dan fasilitator lapangan guna memastikan setiap kegiatan posyandu berjalan optimal di seluruh wilayah Kabupaten Pakpak Bharat. (alex)


































