KARO, – Emosi orang tua korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo akhirnya meledak. Saat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) RI, Dr. Ir. Sudaryono, M.M melakukan kunjungan ke RSU Efarina Etaham Berastagi, Sabtu 16 Agustus 2026, seorang ibu korban membentak dan menangis menuntut kejelasan.
_”Racun apa yang sebenarnya dibuat ke makanan anak-anak kami ini Pak?! Biar tau kami mengobatinya! Masak sampai sekarang belum tau apa racun yg ada di makanan anak kami!”_ teriak ibu tersebut di hadapan Kepala BGN dan jajaran.
Video kejadian itu viral dan menjadi bukti nyata kepanikan serta kekecewaan warga atas lambannya pengumuman hasil uji laboratorium.
*KORBAN MELEDAK JADI 354 SISWA*
Luapan emosi itu terjadi di tengah data korban yang terus bertambah. Berdasarkan data terbaru, 353 hingga 354 siswa dari SMAN 1 Berastagi, SMA/SMK Bersama dan sekolah lain di Berastagi diduga keracunan MBG pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Jumlah ini melonjak dari data resmi BGN dalam Surat No: 3662/D.TWS/08/2026 yang sebelumnya mencatat 279 korban. Para korban mengalami gejala mual, muntah, pusing, dan lemas.
*TUNTUTAN TEGAS: JANGAN JADIKAN ANAK KAMI KELINCI PERCOBAAN*
Atas kejadian ini, kami mewakili 354 keluarga korban menuntut:
1. RILIS HASIL LAB HARI INI JUGA – Orang tua berhak tau anaknya keracunan zat apa agar pengobatan tepat sasaran.
2. TETAPKAN STATUS KLB – Kemenkes dan Dinkes Provsu harus segera turun dengan tim Kejadian Luar Biasa.
3. TUTUP PERMANEN & PIDANAKAN PENGELOLA SPPG – 354 korban adalah bukti kelalaian fatal.
4. TANGGUNG JAWAB PENUH – Negara wajib menjamin biaya berobat, rujukan ke Medan, dan pemantauan kesehatan 1 tahun ke depan.
“Jangan tunggu ada korban meninggal baru mau cepat. Anak-anak kami bukan bahan uji coba program,” tegas perwakilan orang tua. (BT)































