DUGAAN PUNGUTAN TINGGI DAN MINIMNYA MANFAAT BAGI RAKYAT, PEMDA PERLU EVALUASI FESTIVAL BUNGA DAN BUAH KARO 2026

KAPERWIL SUMUT

- Redaksi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:55 WIB

5055 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabanjahe, (31 Juli 2026) Festival Bunga dan Buah atau FBB 2026 kembali menjadi perbincangan hangat di masyarakat Karo. Berdasarkan dokumentasi video yang viral di media sosial dari akun FB Rita Purnama Sari, serta aspirasi warga di postingan Mawar Ginting Soeka, penyelenggaraan FBB tahun ini menimbulkan sejumlah catatan kritis.

Dari cermin kegiatan FBB 2026, tampak evaluasi besar perlu dilakukan agar pesta rakyat ini benar-benar berpihak kepada rakyat.

DARI TEMUAN DI LAPANGAN BERDASARKAN DOKUMENTASI WARGA
1. KELUHAN PEDAGANG SOAL BIAYA TINGGI
Dalam video yang diunggah akun Rita Purnama Sari terlihat seorang pedagang protes dengan nada geram. Dalam postingan terkait disebutkan adanya informasi pungutan “tanah dijual Rp300.000 per meter”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pedagang juga mengeluhkan adanya retribusi sampah dan biaya lapak. Beredar informasi biaya lapak rata-rata mencapai Rp3.000.000 per lapak, dengan total lapak diduga lebih dari 500 lapak.

2. PERTANYAAN PUBLIK TENTANG ANGGARAN
Dalam postingan Mawar Ginting Soeka juga disoroti: “Kenapa jadi Ajang Cari Duit untuk sekelompok orang”. Warga mempertanyakan kemana larinya anggaran FBB Rp1 Miliar dari APBD jika di lapangan masih ada pungutan kepada pedagang.
Warga juga berharap agar hasil pungutan benar-benar masuk ke PAD, “Jangan nanti masuk kantong yang bocor”.

3. PETANI DAN UMKM TERPINGGIRKAN
Dari 398 komentar di KARO News dan postingan warga:
– Dampak ekonomi tidak dirasakan petani.
– Stand dipenuhi produk luar, bukan kuliner khas Karo.
– FBB belum menjadi ruang promosi bagi produk lokal.

4. SURAT RESMI PEMBEBAN
Telah beredar Surat dari Dinas DLH Kabupaten Karo dan Camat Berastagi yang meminta partisipasi masyarakat. Ini menambah keresahan di tengah telah adanya anggaran.

Sumber: Dokumentasi Warga & Akun FB Rita Purnama Sari

Berita Terkait

EVALUASI DAN TUNTUTAN PUBLIK TERHADAP FESTIVAL BUNGA DAN BUAH KARO 2026
KADIS PARIWISATA KARO BUNGKAM, KONFIRMASI ANGGARAN 1 MILIAR FESTIVAL BUNGA DAN BUAH TAK DIGUBRIS
SURAT “PARTISIPASI” FESTIVAL BUNGA DAN BUAH DIPERTANYAKAN, MASYARAKAT DESAK RINCIAN ANGGARAN 1 MILIAR
KELUARGA BESAR DPD IPK KABUPATEN KARO BERDUKA CITA
50 UNIT TRUK UNTUK KDKMP, BUPATI KARO: KOPERASI JADI TULANG PUNGGUNG EKONOMI DESA
Bupati Karo Gandeng Konsulat Tiongkok, Bahas Modernisasi Pertanian Hingga Undang Ke Festival Bunga Dan Buah
Anggaran 1 Miliar di Disbudporapar, Tapi DLH yang Minta Sumbangan Kantong Sampah. Ada Apa ??
Kepala Desa Barusjahe Daut Tarigan Bagikan Susu Untuk Posyandu Anak, Balita Dan Lansia

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:11 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Berhasil Ungkap Kasus Peredaran Narkotika Sabu, Seorang ASN Diamankan

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:05 WIB

Satresnarkoba Polres Batu Bara Ungkap Empat Kasus Peredaran Narkotika, Empat Tersangka Diamankan

Jumat, 17 Juli 2026 - 21:21 WIB

Polres Batu Bara Amankan Terduga Pelaku Persetubuhan terhadap Anak

Selasa, 7 Juli 2026 - 22:07 WIB

Barak Sudah Digerebek, Tiga Orang Positif Sabu Diamankan di Terminal Bawah Kabanjahe

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:53 WIB

URC Sat Reskrim Polres Agara, Berhasil Bekuk 2 Pelaku Aksi Curat

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:16 WIB

Polres Agara Gagalkan Peredaran Sabu di Semadam

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:21 WIB

Satreskrim Polres Batu Bara Layangkan Panggilan Terhadap Terlapor Sehubungan Dengan Laporan Kalapas Labuhan Ruku

Senin, 22 Juni 2026 - 01:12 WIB

Joni Sitepu: Jika PT LNK Tak Punya HGU yang Sah, Tidak Berhak Melarang Warga Menggunakan Tanah Sengketa

Berita Terbaru