#tampak foto guru smpn1 atap payung terguyur lemas di ruang perawatan puskesmas payung
KARO, – Kabupaten Karo darurat keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Belum selesai penanganan 60 siswa SMKN 1 Merdeka yang masih ada dirawat di Medan, kasus keracunan MBG kembali terulang untuk keempat kalinya. Kali ini menimpa SMPN Satu Atap Payung, Desa Gurukinayan, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, pada Senin (21/9/2026) siang.
Sedikitnya 5 orang murid dan 1 orang guru menjadi korban keracunan MBG. Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Karo, Junedy Tarigan.
“Ada lima murid terdampak keracunan dan satu guru sekolah,” terang Junedy saat dikonfirmasi awak media indonesiapost, Senin (21/9/2026).
Junedy mengaku dirinya langsung terjun ke lokasi SMPN Satu Atap Payung untuk memastikan kondisi korban.
Seluruh korban langsung dilarikan ke Puskesmas Payung di bawah naungan Dinas Kesehatan Karo untuk mendapat penanganan medis.
“Tiga murid dan guru sudah diperbolehkan pulang oleh pihak Puskesmas. Sementara dua murid lagi masih dirawat di Puskesmas karena mengalami demam,” ucapnya.
Adapun rincian kelima murid yang menjadi korban yakni dari kelas VII sebanyak dua murid, kelas VIII satu orang, dan kelas IX dua murid.
Dengan kejadian ini, maka Kabupaten Karo telah mencatatkan 4 sekolah yang menjadi korban keracunan MBG dalam sebulan terakhir:
1. SMAN 1 Berastagi (Agustus 2026)
2. SMA Swasta Bersama Berastagi (Agustus 2026)
3. SMKN 1 Merdeka, Desa Merdeka (60 siswa, Senin 14/9/2026) – 3 siswa masih dirawat di RS Haji dan RS Adam Malik Medan
4. SMPN Satu Atap Payung (6 orang, Senin 21/9/2026) – kasus terbaru
Rentetan kejadian ini memicu keprihatinan orang tua murid dan desakan agar program MBG di Karo dievaluasi total serta SPPG terkait diperiksa. (BT)


































