Edy Macan: Madas Bukan Milik Segelintir Orang, Demokrasi Harus Ditegakkan

- Redaksi

Jumat, 8 Agustus 2025 - 19:27 WIB

50200 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya – Gejolak internal melanda Organisasi Madura Asli (Madas) usai pelantikan Ketua Umum DPP Madas yang digelar di Hotel Eldon Gubeng, Surabaya, pada 7 Agustus 2025. Edy Macan, Wakil Ketua Madas Jawa Timur, melontarkan kritik tajam terhadap proses pemilihan tersebut, menyebutnya sebagai peristiwa yang mencederai semangat demokrasi.

Menurut Edy, proses penentuan pemimpin tertinggi Madas berlangsung terburu-buru dan hanya melibatkan segelintir orang. Hal ini dinilai mengabaikan aspirasi anggota di seluruh Indonesia.

“Suara-suara dari seluruh penjuru negeri seolah-olah dibungkam, hak-hak anggota untuk berpartisipasi dalam menentukan pemimpinnya diabaikan,” tegas Edy Macan saat ditemui usai acara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Edy mengaku kecewa dengan mekanisme yang ia nilai tidak transparan dan tidak membuka ruang kompetisi sehat. Ia menegaskan, setiap tingkat kepengurusan Madas—dari DPP, DPD, DPC, hingga DPAC—seharusnya memiliki hak yang sama untuk mengajukan calon terbaiknya.

“Ini bukan soal siapa yang menang, tetapi bagaimana proses itu berjalan. Kita punya motto ‘salam settong dhere, salam satu darah’ yang seharusnya memperkuat persatuan, bukan menjadi alasan untuk membungkam perbedaan pendapat,” ujar Edy.

Ia juga mengingatkan bahwa Madas bukan milik satu daerah atau kelompok tertentu. Kekhawatirannya, jika Madas dikuasai oleh kepentingan segelintir pihak di Jawa Timur, maka organisasi ini akan kehilangan makna dan jati dirinya.

“Jangan biarkan perpecahan terjadi. Semua anggota di seluruh Indonesia harus bersuara. Kita perlu demokrasi yang sehat agar organisasi ini tetap dipercaya,” lanjutnya.

Pernyataan Edy Macan ini berpotensi memicu reaksi luas di tubuh Madas. Ia bahkan menyerukan agar momentum undangan rapat pada 10 Agustus 2025 untuk DPD Jatim dijadikan ajang membangkitkan kembali semangat demokrasi yang sehat dan profesional.

“Siapa pun yang terpilih, kalau jalannya benar dan profesional, pasti akan membawa kebaikan bagi semua. Ciptakan demokrasi yang sehat! Kami harap tanggal 10-8-2025 nanti menjadi awal perubahan,” tutup Edy dengan nada tegas.

Gelombang kritik ini menjadi alarm serius bagi kepengurusan Madas yang baru saja dilantik. Jika tidak direspons dengan langkah yang inklusif, potensi perpecahan internal bisa menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan organisasi.

Berita Terkait

Jelang Pelantikan Kepala Daerah, Pagar Nusa Wilayah Jatim Gelar Silahturahmi dan Deklarasi Damai
Barack Obama: A Legacy of Progress and Change

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:04 WIB

Dapur Umum GRIB Jaya Medan Terus Berbagi, Hadirkan Makanan Bergizi Gratis bagi Masyarakat yang Membutuhkan

Rabu, 4 November 2026 - 11:24 WIB

​Kanwil Ditjenpas Sumut Siap Dukung Penuh Proses Penegakan Hukum Terkait Pegawai Lapas Medan yang Diamankan Polisi

Selasa, 3 November 2026 - 15:08 WIB

Evaluasi dan Penguatan Tugas dan Fungsi Pengamanan Rutan Tanjung Pura Ikuti Zoom Meeting bersama Direktur Pengamanan dan Intelijen Ditjenpas

Selasa, 3 November 2026 - 08:44 WIB

Bapas Kelas I Medan Lakukan Pengawasan Klien Pemasyarakatan dalam Program Ketahanan Pangan

Senin, 2 November 2026 - 21:07 WIB

IJTI Pengda Sumut Bakal Gelar Musda ke-VI, Tuti Alawiyah Lubis Maju Sebagai Calon Ketua Periode 2026/2029

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:59 WIB

Sinergi Cegah Banjir, Rutan Kabanjahe Bersama Kelurahan Kampung Dalam Gelar Kerja Bakti Pembersihan Drainase

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Kunjungi Sentra Ketapang Rutan Tanjung Pura, Kakanwil Ditjenpas Sumut Puji Kemandirian Warga Binaan

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Lapas Sibolga Kebut Pembersihan Lingkungan dan Pembangunan Pagar SDN Hutanabolon 1 Pascabanjir

Berita Terbaru