Dok. Foto Sekjen LIPPI Kab. Karo (Riswan Sembiring S.Psi)
Karo – Dodi Arapenta Sembiring merupakan Kepala Desa Tanjung Merahe , Kecamatan Kuta Buluh, Kab.Karo. yang dilantik pada senin 3 april 2023 yang Diduga tidak menjalankan topoksinya dengan baik dan benar.
Pasalnya, kantor pemerintahan desa yang tampak tertutup mengambarkan kurangnya pelayanan terhadap masyarakat, tidak ada satupun pegawai/prangkat desa yang beraktivitas, tidak ada terlihat dipampangkan Plank Kantor Desa dan papan informasi Laporan APBDes seperti layaknya kantor pemerintahan desa pada umumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, didapat sejumlah keluhan masyarakat tentang kinerja Dodi Arapenta Sembiring semenjak menjabat sebagai kepala desa tanjung merahe, Kepada tim awak media disampaikan,
“Kades lebih sering kerjasama dengan Sekdes (sekertaris desa) , namun terhadap aparatur perangkat desa lainnya terkesan tidak difungsikan sebagaimana mestinya. Merekalah (kades & sekdes) yang mengatur kegiatan proyek fisik desa dan kegiatan pengadaan lainnya,” ujar warga yang meminta agar namanya tidak disebutkan dalam pemberitaan. Senin (27/1/2025)
Lebih lanjut dikatakan warga, “kades tidak transfaran dalam pengelolaan anggaran dana desa, abang lihat aja coba kan tidak ada dipampangkan baliho APBDes dikantor desa, selain itu setiap ada proyek fisik tidak pernah melengketkan plank kegiatan, biasanya setelah difotokan mereka langsung bawa kerumah untuk disimpan.
Sambungnya, Kades juga jarang memberdayakan masyarakat dalam setiap kegiatan fisik desa. Mengadakan musrembang hanya setahun sekali, memutuskan sesuatunya hanya berdasarkan kepentingan pribadi tidak mengedepankan kebutuhan masyarakat skala proritas. Kami menduga kuat, kades dan sekdes berkolaborasi melakukan penyimpangan terhadap pengelolaan dana desa,” Kesal warga
Menyikapi keluhan tersebut, tim awak media langsung mencoba mendatangi kantor pemerintahan desa tanjung merahe, dengan maksud untuk konfirmasi langsung, namun sayangnya kantor desa tanjung merahe dalam keadaan tertutup, tidak ada satupun perangkat desa yang ditemui.
Kepala desa Dodi Arapenta Sembiring juga sedang tidak sedang berada dikantor, dihubungi melalui nomor kontak miliknya juga tidak dalam keadaan aktif, dikirim pesan chat ke nomor kontak wa nya, tampak dibaca tapi kades masih enggan untuk membalas, menimbulkan rasa penasaran yang menyimpulkan desa tersebut tidak baik-baik saja.
Dilain tempat, mengetahui adanya sejumlah keluhan warga desa tanjung merahe terkait kinerja oknum Kepala Desa, Riswan Sembiring selaku Sekjen Lembaga Independen Pemerhati Indonesia akhirnya angkat bicara, menurutnya,
“Kepala desa sebagai tokoh utama pemerintahan di tingkat desa yang memegang peranan penting dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat, dan mewujudkan system pemerintahan yang bersih, transfaran serta akuntable, seperti yang diamanatkan dalam UU Nomor 6 thn 2014 tentang desa, jhal itu seharusnya dijalankan oleh kades tanjung merahe, kecamatan kuta buluh, sudah selayaknya Bupati maupun Camat untuk mengevaluasi kembali jabatan kades tersebut,” ujar Riswan
Sambungnya lagi, pihaknya akan melakukan ivestigasi lebih lanjut ke inspektorat dan camat kususnya penggunaan dana desa tanjung merahe, jika betul ada temuan syarat penyimpangan, hal itu akan dilaporkan secara tertulis kepada Kejaksaan.
Sambungnya, “Camat juga harus aktif mengawasi kinerja para kades diwilayah tugasnya, agar tidak terkesan melindungi para kades yang bermasalah apalagi bersekongkol melakukan tindak kejahatan yang dapat merugikan keuangan negara.” ucapnya menutup. (BT)