Warung Bu Suriani Sepi Sejak Dituduh, Rakyat Kecil Jadi Korban Kuasa

- Redaksi

Kamis, 17 Juli 2025 - 21:52 WIB

50183 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUBULUSSALAM — Apa hendak dikata, nasi sudah menjadi bubur. Warung kopi milik Bu Suriani br Kombih yang selama ini menjadi tumpuan hidup keluarganya, mendadak berubah sepi, terasing seperti terkutuk, sejak muncul tuduhan keji dari Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP & WH) Kota Subulussalam, Abdul Malik.

Warung sederhana yang berdiri di depan terminal kota itu kini nyaris tak bernyawa. Pengunjung yang biasa duduk menyesap kopi dan bertukar kabar, kini hilang entah ke mana. Tak satu pun sudi melirik kursi-kursi kayu dan aroma kopi yang dulu mengikat pergaulan warga Subulussalam.

Semuanya berubah sejak Kamis malam, 17 Juli 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Abdul Malik, sang Kasatpol PP, menggelar razia di sekitar lokasi dengan alasan adanya laporan warga. Namun anehnya, ia terlihat membawa serta seorang wanita yang bukan muhrimnya dalam operasi tersebut. Tindakan yang justru mengundang tanda tanya besar: razia macam apa yang dijalankan, jika pelaksana justru mempertontonkan dugaan pelanggaran etika?

“Warung itu tempat maksiat,” ucap Abdul Malik dengan nada yakin, pernyataan yang segera menjadi bola liar dan viral di jagat maya. Tak butuh waktu lama, nama Bu Suriani hancur, reputasinya tercabik. Tak hanya sebagai pemilik usaha, tapi juga sebagai seorang ibu dan perempuan yang selama ini menjaga kehormatan diri dan keluarga.

“Kami hidup dari warung ini. Saya melarang pengunjung bawa narkoba, saya usir kalau ada yang pacaran melewati batas. Tapi sekarang saya dituduh tempat maksiat. Apa salah saya?” keluh Bu Suriani dengan suara lirih di ujung sambungan telepon. Saat dihubungi, ia tengah berada di Banda Aceh mendampingi keponakannya mengikuti tes Calon Bintara TNI.

Air matanya jatuh. Bukan karena takut, tetapi karena kehancuran harga diri. Warung itu satu-satunya sumber penghasilan untuk menyambung hidup di tengah krisis ekonomi. Dalam sekejap, fitnah meruntuhkan pondasi penghidupan yang ia bangun dengan susah payah.

“Saya akan laporkan Abdul Malik ke Polisi. Ini bukan sekadar pencemaran nama baik, ini penghancuran karakter tanpa dasar,” ucapnya tegas.

Di sisi lain, masyarakat sekitar menyayangkan tindakan gegabah Satpol PP yang dianggap lebih mirip aksi penghakiman daripada penegakan ketertiban. Apalagi disertai dugaan pelanggaran moral oleh pimpinan razia itu sendiri.

“Apa dasar menyebut warung itu tempat maksiat? Pernah ditemukan kondom? Narkoba? Ada rekaman atau bukti? Kalau hanya katanya, itu namanya fitnah,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya, namun mengaku sering ngopi di warung Bu Suriani.

Atmosfer Subulussalam pun mendidih. Warga mulai gelisah, karena bukan tidak mungkin besok lusa warung mereka juga bisa dituduh serupa — tanpa proses, tanpa klarifikasi, dan tanpa ampun.

Sementara publik menunggu langkah hukum dari Bu Suriani, satu hal pasti: citra penegakan hukum dan moral di Kota Subulussalam kini tengah diuji. Ketika kekuasaan digunakan tanpa etika, maka hukum tak lagi tajam ke atas, justru menghantam rakyat kecil seperti Bu Suriani.

Redaksi: Syahbudin Padank/TIM

Berita Terkait

CV Tumangger Cup I Bergulir, Adu Taktik Pemain Sepak Bola Warnai Semangat Sportivitas di Subulussalam
Tergugat Akan Hadirkan Pemberi Kuasa dan Tujuh Saksi pada Sidang Lanjutan Sengketa Kebun Lae Saga
SP2HP Terbit, Kasus Dugaan Pengeroyokan Suriati Naik Penyidikan; Keluarga Desak Polisi Usut Tuntas dan Tangkap Seluruh Pelaku
Mantan Kades Anwar Resmi Serahkan Mobil BUMDes Pasir Belo, Titip Pesan untuk Kemajuan Desa
Sekolah Buka Suara: Ini Penjelasan Lengkap SMAN Unggul Subulussalam Soal Video Malam Hari
Kegiatan Monev Pembayaran Pajak Dana Desa 385 Kute di Aceh Tenggara
Kapolres Subulussalam Tegaskan Komitmen Tegakkan Hukum atas Insiden Teror Jurnalis
Migrain Bukan Alasan, Wartawan Tak Layak Diintimidasi di Ruang Publik

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:04 WIB

Dapur Umum GRIB Jaya Medan Terus Berbagi, Hadirkan Makanan Bergizi Gratis bagi Masyarakat yang Membutuhkan

Rabu, 4 November 2026 - 11:24 WIB

​Kanwil Ditjenpas Sumut Siap Dukung Penuh Proses Penegakan Hukum Terkait Pegawai Lapas Medan yang Diamankan Polisi

Selasa, 3 November 2026 - 15:08 WIB

Evaluasi dan Penguatan Tugas dan Fungsi Pengamanan Rutan Tanjung Pura Ikuti Zoom Meeting bersama Direktur Pengamanan dan Intelijen Ditjenpas

Selasa, 3 November 2026 - 08:44 WIB

Bapas Kelas I Medan Lakukan Pengawasan Klien Pemasyarakatan dalam Program Ketahanan Pangan

Senin, 2 November 2026 - 21:07 WIB

IJTI Pengda Sumut Bakal Gelar Musda ke-VI, Tuti Alawiyah Lubis Maju Sebagai Calon Ketua Periode 2026/2029

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:59 WIB

Sinergi Cegah Banjir, Rutan Kabanjahe Bersama Kelurahan Kampung Dalam Gelar Kerja Bakti Pembersihan Drainase

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Kunjungi Sentra Ketapang Rutan Tanjung Pura, Kakanwil Ditjenpas Sumut Puji Kemandirian Warga Binaan

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Lapas Sibolga Kebut Pembersihan Lingkungan dan Pembangunan Pagar SDN Hutanabolon 1 Pascabanjir

Berita Terbaru