DAIRI, – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Sidikalang terus menunjukkan komitmennya dalam pembinaan warga binaan melalui program pembinaan kemandirian.
Melalui Program Pembinaan Kemandirian Bimbingan Kerja (Bimker), Rutan Sidikalang memiliki bengkel kerja yang aktif memproduksi berbagai kerajinan tangan dan produk pengelasan yang kreatif serta memiliki nilai jual.

Dari pantauan di akun resmi Rutan Sidikalang, para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terlihat antusias mengasah keterampilan di bawah bimbingan langsung petugas.
Adapun hasil karya yang dihasilkan sangat beragam. Untuk kerajinan tangan, para WBP mampu menyulap limbah batok kelapa menjadi kerajinan bernilai seni tinggi. Selain itu ada juga kerajinan custom seperti tempat tisu, miniatur sepeda motor, dan asbak yang dibuat dengan detail dan rapi.
Tak hanya kerajinan, Rutan Sidikalang juga memiliki bengkel pengelasan. Hasil karya las-nya pun tidak kalah hebat dan bisa di-custom sesuai keinginan pemesan.
“Mulai dari tempat tidur, lemari besi, meja, jemuran, hingga rak sepatu, semua bisa kita buat. Hasilnya bisa di-custom sesuai keinginan,” ujar salah satu petugas Bimker Rutan Sidikalang.
Program ini bertujuan untuk memberikan bekal keterampilan hidup (life skill) kepada warga binaan agar setelah bebas nanti mereka memiliki keahlian dan bisa mandiri secara ekonomi, tidak lagi mengulangi perbuatan melanggar hukum.
Kepala Rutan Kelas II B Sidikalang Loviga Ferdinanta Sembiring berharap, melalui program ini, stigma negatif terhadap rutan bisa berubah. Dari Rutan, Hadirkan Karya dan Keterampilan.
Bagi masyarakat yang ingin memesan hasil karya warga binaan Rutan Sidikalang, dapat langsung datang ke Rutan Kelas II B Sidikalang atau menghubungi Humas Rutan Sidikalang. (BT)


































